Pengertian Sistem Politik dan Macam-Macam Sistem Politik

Dalam konsep sistem politik, kita temuka istilah-istilah seperti proses, struktur dan fungsi. Proses adalah pola-pola sosial dan politik yang dibuat oleh manusia dalam mengatur hubungan antara yang satu dengan yang lain. Sistem politik menyelenggarakan fungsi-fungsi tertentu untuk masyarakat. Fungsi itu membuat kebijaksanaan, yaitu kebijaksanaan yang mengikat.

Sistem politik berfungsi untuk merumuskan dan menetapkan tujuan yang ingin dicapai oleh masyarakat dan dapat dilaksanakan pemerintah bersama dengan rakyat.

Pengertian Sistem Politik dan Macam-Macam Sistem Politik

Untuk membuat sistem politik, diperlukan unsur yang merupakan pembentukan pola. Pola ini berasal dari banyak hal, diantaranya budaya, lingkungan, masyarakat,  kondisi sosial dan hukum. Secara umum ada empat variabel yang sangat mempengaruhi sistem politik, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Kekuasaan, yakni sebagai cara yang digunakan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan oleh para pelaku politik.
  2. Kepentingan, yakni tujuan yang ingin dikejar oleh para pelaku politik.
  3. Kebijaksanaan, yakni hasil hubungan antara penguasa dan kelompok kepentingan yang membuat undang-undang.
  4. Budaya politik sebagai orientasi subjektif dari individu terhadap sistem politik.

Pengertian Sistem Politik

Menurut Meyers Grosses Handlexicon sistem adalah suatu keseluruhan yang teratur sebagai satu kesatuan. Sedangkan Webster's New Collegiate Dictionary mengatakan, sistem adalah suatu kompleks ide-ide, prinsip-prinsip dan sebagainya yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan erat satu sama lain.  

Disini terkadung pengertian bahwa sebua sistem selalu terdiri atas bagian-bagian dan diantaranya terdapat saling berhubungan dalam satu kesatuan yang menyeluruh.

Politik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, yaitu polis (kota/negara) palites (warga negara. Berikut ini pengertian politik menurut para ahli:

1. Joyce Mitchell
Dalam bukunya, Political Analyses and Public Policy, mengatakan bahwa politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan umum untuk masyarakat seluruhnya.

2. Max Weber Politik
Menyatakan bahwa politik adalah ikhtiar untuk mendapatkan andil kekuasaan, atau memengaruhi pembagian kekuasaan, dapat terjadi dalam suatu negara dan kelompok-kelompok manusia yang tercakup di dalamnya.

3. Lemburch, 1948
Politik adalah tindakan masyarakat yang ditunjukan untuk mengatur secara mengikat konflik tentang nilai-nilai yang ada didalam masyarakat.

Secara umum dapat dikatakan, bahwa politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan tertentu, Konsep-konsep politik yang terbentuk didalam sistem politik, adalah sebagai berikut:
  1. Negara (state)
  2. Kekuasaan (power)
  3. Pengambilan keputusan (decision making)
  4. Pembagian (distribution) atau alokasi (alocation)
  5. Pengertian sistem politik
Menurut David Eastin, sistem politik adalah cara menetapkan nilai-nilai melalui berbagai kebijakan dan penetapan itu bersifat sathoritatif dan mengikat seluruh masyarakat. Pemahanam politik sebagai suatu sistem sperti ini biasanya mengandalkan kehidupan politik sebagai satu keseluruhan yang utuh.

Macam-Macam Sistem Politik 

Secara umum ada beberapa pola politik yang berkembang dan kemudian dianut oleh banyak negara, antara lain sebagai berikut:

1. Politik Liberal
Dalam politik ini, hak pribadi mutlak mendapat prioritas, sehingga dalam pengambilan keputusan suara mayoritaslah yang harus diperhatikan. Secara umum politik ini menitikberatkan segi persamaan dalam bidang politik dan menganggap kesenjangan ekonomi adalah proses yang alamiah dalam persaingan bebas (liberal ekonomi)

2. Politik Komunis 
Secara umum politik ini mengutamakan persamaan dalam ekonomi tanpa memprioritaskan masalah politik. Pada negara semacam ini, hal kepemilikan pribadi sama sekali tidak diakui, karena semua nilai perekonomian adalah untuk kesejahteraan bersama seluruh warga. Paham ini merupakan akibat dari ketimpangan hidup pada masa revolusi industri di Eropa, dimana perekonomian lebih berpihak pada masyarakat pemilik modal, sementara kaum buruh tertindas. 

Karl Marx kemudian muncul dengan pemikiran komunisnya untuk membebaskan para buruh dari ekonomi miskin karena tertindas kaum kapitalis dan pemodal. Dala hal partai, Uni Soviet menerapkan sistem satu partai tanpa melihat perbedaan sikap yang ada dalam masyarakat.

3. Politik Sosialis
Sosialis berbeda dengan komunis karena masih ada pengakuan hak-hak pribadi walaupun dalam kondisi terbatas. Politik sosial memberi tempat pada liberialisme, tetapi juga menyediakan jaringan-jaringan seperti dana kesehatan, dana sosial bagi yang tidak bekerja, dana pensiun dan jaringan-jaringan lainnya.

4. Politik Pancasila 
Indonesia membuat landasa politik mengacu pada Pancasila yang menganut musyawarah untuk mufakat. Konsep musyawarah ini sebenarnya adalah hal yang baik untuk dilaksanakan di Indonesia, karena sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia sendiri.

Pelaksanaanya harus berjalan dengan baik karena konsidi masyarakat Indonesia yang multietnis, ras dan agama. Asas musyawarah mufakat dapat menjaga hak kelompok minoritas dan mayoritas tidak selalu dimenangkan.

Sayangnya pada masa orde baru asa musyawarah dan mufakat ini sering disalahgunakan, misalnya pada saat sidang umum MPR hanya beberapa orang yang membuat kesepakatan kemudian direkayasa seolah-olah merupakan kesepakatan bersama.

Saya rasa cukup sampai disini saja pembahasan yang dapat saya sampaikan mengenai Pengertian Sistem Politik dan Macam-Macam Sistem Politik, semoga saja artikel kali ini mudah anda pahami dan dapat menambah pengetahuan kalian sekaligus dapat membantu dalam menyelesaikan segala tugas yang berkaitan dengan artikel kali ini.
Tags: ,